Proses reduplikasi atau pengulangan adalah peristiwa pembentukan kata dengan cara mengulang bentuk dasar, baik seluruhnya maupun sebagian, baik bervariasi fonem maupun tidak, dan baik berkombinasi dengan afiks maupun tidak. (Muslich, 2008: 48)
Ciri-ciri proses reduplikasi
1. Kelas kata bentuk dasar kata ulang sama dengan kelas kata kata ulangnya.
Apabila suatu kata ulang berkategori nomina, maka bentuk dasarnya juga berkategori nomina, apabila suatu kata ulang berkategori verba, maka bentuk dasarnya juga berkategori verba.
Contohnya :
- Sawah (nomina) : sawah-sawah (nomina)
- Pelan (adjektiva) : pelan-pelan (adjektiva)
2. Bentuk dasar kata ulang selalu ada dalam pemakaian bahasa.
Bentuk dasar dari kata ulang juga ada dalam konteks bahasa, maksudnya adalah bentuk dasarnya juga dapat dipakai dalam konteks kalimat.
Contohnya :
- Bergerak-gerak bentuk dasarnya adalah bergerak, bukan gerak (sebab kelas katanya berbeda dengan kata ulangnya)
- Menyatu-nyatukan bentuk dasarnya adalah menyatukan, bukan menyatu
3. Arti bentuk dasar kata ulang selalu berhubungan dengan kata ulangnya.
Misalnya kata pepohon, memiliki hubungan dengan kata dasarnya yaitu pohon. Namun terdapat juga kata yang seperti bentuk reduplikasi namun sebenarnya bukan karena tidak memiliki hubungan dengan kata yang seperti kata dasarnya. Misalnya kata undang-undang bukan merupakan reduplikasi karena tidak memiliki gubungan dengan kata undang. (Muslich, 2008: 52)
Jenis-jenis reduplikasi
1. Pengulangan seluruh
Pengulangan seluruh merupakan pengulangan bentuk dasar secara keseluruhan tanpa berkombinasi dengan pembubuhan afiks dan tanpa perubahan fonem.
Contohnya :
- Batu : batu-batu
- Persatuan : persatuan-persatuan
2. Pengulangan sebagian
Pengulangan sebagian adalah pengulangan bentuk dasar secara sebagian tanpa perubahan fonem.
Contohnya :
- Berlari : berlari-lari
- Perlahan : perlahan-lahan
3. Pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks
Pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks adalah pengulangan bentuk dasar yang disertai dengan pembubuhan afiks secara bersama-sama atau serentak dan bersama-sama pula mendukung satu arti.
Contohnya :
- Rumah : rumah-rumahan
- Kuning : kekuning-kuningan
4. Pengulangan dengan perubahan fonem
Pengulangan dengan perubahan fonem adalah pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan fonem.
Contohnya :
- Lauk-pauk
- Ramah-tamah
Referensi :
Masnur, Muslich. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar