Minggu, 13 Januari 2019

AFIKSASI PEMBENTUKAN VERBA

Alifiyah Mila Rizka (176020)


Menurut Abdul Chaer (2008) afiks-afiks pembentuk verba ada tiga belas antara lain :
1. Verba berprefiks ber-
Bentuk dasar dalam pembentukan verba dengan prefiks ber- dapat berupa:

  • Morfem dasar terikat, seperti tempur, kelahi, juang, tikai dan henti. 
  • Morfem dasar bebas, seperti ladang, ternak, kerja, nyanyi, dan gaya.
  • Bentuk turunan berafiks, seperti berpakaian (bentuk dasar pakaian).                            
  • Bentuk turunan reduplikasi, seperti berlari-lari (bentuk dasar lari-lari). 
  • Bentuk turunan hasil komposisi, seperti berjual beli (bentuk dasar jual beli). 

Makna gramatikal verba berprefiks ber- yang perlu dicatat, antara lain yang menyatakan :
a. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mempunyai (dasar)’ atau ‘ada (dasar)nya’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai komponen makna (+benda), (+umum), (+milik) dan (+bagian).
Misalnya :

  • Berayah ‘mempunyai ayah’.
  • Bermesin ‘ada mesinnya’.

b. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘memakai’ atau ‘mengenakan’
Apabila bentuk dasarnya mempunyai komponen makna (+pakaian) atau (+perhiasan).
Misalnya :

  • Berkebaya ‘memakai kebaya’. 
  • Berjilbab ‘memakai jilbab’. 

c. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mengendarai’, ‘menumpang’ atau ‘naik’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+kendaraan).
Misalnya :

  • Bersepeda ‘mengendarai sepeda’.
  • Berkuda ‘menaiki kuda’.

d. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘berisi’ atau ‘mengandung’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+benda), (+dalaman) atau (+kandungan).
Misalnya :

  • Beracun ‘mengandug racun’.
  • Berair ‘mengandung air’

e. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ‘mengeluarkan’ atau ‘menghasilkan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+benda), (+hasil) atau (+keluar).
Misalnya :

  • Berproduksi ‘mengeluarkan produksi’.
  • Beranak ‘mengeluarkan anak’.

f. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′mengusahakan′ atau ′mengupayakan′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+beidang usaha).
Misalnya :

  • Berternak ‘mengusahakan ternak’.
  • Bersawah ‘mengerjakan sawah’

g. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′melakukan kegiatan′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+benda) dan (+kegiatan).
Misalnya :

  • Berenang ‘melakukan renang’.
  • Berekreasi ‘melakukan rekreasi’

h. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′mengalami′ atau ′berada dalam keadaan′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+perasaan batin).
Misalnya :

  • Bergembira ‘dalam keadaan gembira’. 
  • Bersedih ‘dalam keadaan sedih’.

i. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′menyebut′ atau ′menyapa′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+kerabat) dan (+sapaan).
Misalnya :

  • Berabang ‘memanggil abang’
  • Beradik ‘memanggil adik’

j. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′kumpulan′ atau ′kelompok′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+jumlah) atau (+hitungan).
Misalnya :

  • Berdua ‘kumpulan dari dua orang’.
  • Bertiga ‘kumpulan dari tiga orang’

k. Verba berprefiks ber- memiliki makna gramatikal ′memberi′
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+benda) dan (+berian). Misalnya :

  • Bersedekah ‘memberi sedekah’.
  • Berceramah ‘memberi ceramah’


2. Verba Berkonfiks dan Berklofiks Ber-an
Verba berbentuk ber-an memiliki dua macam proses pembentukan. Pertama, yang berupa konfiks, artinya prefiks ber- dan sufiks -an itu diimbuhkan secara bersamaan sekaligus pada sebuah bentuk dasar. Kedua, yang berupa klofiks artinya prefiks ber- dan sufiks -an itu tidak diimbuhkan secara bersamaan pada sebuah dasar. Ber-an sebagai konfiks memiliki satu makna, sedangkan ber-an sebagai klofiks memiliki makna sendiri-sendiri.
Makna gramatikal verba berkonfiks ber-an adalah:
a. Verba berkonfiks ber-an yang memiliki makna gramatikal ‘banyak serta tidak teratur’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan), (+sasaran), (+gerak). Misalnya :

  • Berlarian ‘banyak yang berlari dan tidak teratur’.
  • Bermunculan ‘banyak yang muncul dan tidak teratur’.

b. Verba berkonfiks ber-an yang memiliki makna gramatikal ‘saling’ atau ‘berbalasan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan), (+sasaran), (+gerak). Misalnya :

  • Bermusuhan ‘saling memusuhi’
  • Bersentuhan ‘saling bersentuhan’

c. Verba berkonfiks ber-an yang memiliki makna gramatikal ‘saling berada di’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+benda), (+letak), (+tempat). Misalnya :

  • Bersebelahan ‘saling berada disebelah’.
  • Berseberangan ‘saling berada diseberang’


3. Verba Berklofiks Ber-kan
Verba berklofiks {ber-kan} dibentuk dengan proses, awalnya pada bentuk dasar diimbuhkan prefiks ber-, lalu diimbuhkan pula sufiks -kan. Prefiks {ber-} dan sufiks {-kan} pada verba {ber-kan} memiliki maknanya masing-masing (Caher. 2015:116).
Misalnya :

  • Bersenjatakan ‘menggunakan senjata akan (clurit)’.
  • Berisikan ‘mempunyai isi akan (air).


4. Verba Bersufiks -kan
Sufiks {-kan} bila diimbuhakan pada dasar yang memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran) akan membentuk verba bitransitif, yaitu verba yang berobjek dua. Bila diimbuhkan pada dasar yang lain, sufiks {kan} akan membentu pangkal (stem) yang menjadi dasar dalam pembentukan verba inflektif.
Verba bersufiks {-kan} digunakan dalam:
a. Kalimat imperative.
Misalnya :

  • Lemparkan bola itu kesini!
  • Tuliskan namamu disini!

b. Kalimat pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + pelaku + verba, dan subjeknya menjadi sasaran tindakan.
Misalnya :

  • Rumah itu baru kami dirikan.
  • Jembatan itu akan mereka robohkan,

c. Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba.
Misalnya :

  • Uang yang baru kami terima sudah habis. 
  • Kami melewati daerah yang sudah mereka amankan.

Verba bersufiks –kan memiliki makna gramatikal:
a. Verba bersufiks -kan memiliki makna gramatikal ‘menjadi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+keadaan) atau (+sifat khas).
Misalnya :

  • Tenangkan, artinya ‘jadikan tenang’.
  • Putuskan, artinya ‘jadikan putus’.

b. Verba bersufiks -kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan berada di’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ tempat) atau (+arah).
Misalnya :

  • Pinggirkan, artinya ‘jadikan berada di pinggir’.
  • Ketengahkan, artinya ‘jadikan berada ditengah’.

c. Verba bersufiks -kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan untuk orang lain’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran).
Misalnya :

  • Bukakan, artinya ‘lakukan buka untuk (orang lain)’.
  • Ambilkan, artinya ‘lakukan ambil untuk (orang lain)’.

d. Verba bersufiks -kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan akan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran).
Misalnya :

  • Lemparkan, artinya ‘lakukan lempar akan’.
  • Hapuskan, artinya ‘lakukan hapus akan’.

e. Verba Bersufiks -kan memiliki makna gramatikal ‘bawa masuk ke’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ruang).
Misalnya :

  • Gudangkan, artinya ‘bawa masuk ke gudang’.
  • Rumahkan, artinya’bawa masuk ke rumah’.


5. Verba Bersufik –i
Verba bersufiks -i adalah verba transitif, yang berlaku juga sebagai pangkal (stem) dalam pembentukan verba inflektif. Verba bersufiks -i digunakan dalam :
a. Kalimat imperative. Misalnya :

  • Tolong gulai teh ini!
  • Lompati saja pagar itu. 

b. Kalimat pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + pelaku + verba, dan subjeknya menjadi sasaran perbuatan. Misalnya :

  • Kemarin beliau sudah kami hubungi.
  • Anak-anak yatim itu harus kita santuni.

c. Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba. Misalnya :

  • Desa yang akan kita kunjungi berada di balik bukit. 
  • Orang yang harus kamu surati sudah ada di sini. 

Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal:
a. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘berulang kali’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran).
Misalnya :

  • Pukuli, artinya ‘pekerjaan pukul dilakukan berulang kali’.
  • Lempari, artinya ‘pekerjaan lempar dilakukan berulang kali’.

b. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘tempat’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tempat).
Misalnya :

  • Duduki, artinya ‘ duduk di…’.
  • Lewati, artinya ‘lewat di…’.

c. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘merasa sesuatu pada’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+sikap batin) atau (+emosi).
Misalnya :

  • Kasihi, artinya ‘merasa kasih pada’.
  • Takuti, artinya ‘merasa takut pada’.

d. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘beri atau bubuh pada’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+bahan berian).
Misalnya :

  • Garami, artinya ‘beri garam pada’.
  • Masihati, artinya ‘beri nasihat pada’.

e. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘jadikan atau sebabkan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+keadaan) atau (+sifat).
Misalnya :

  • Lengkapi, artinya ‘jadikan lengkap’.
  • Cukupi, artinya ‘jadikan cukup’.

f. Verba bersufiks -i memiliki makna gramatikal ‘lakukan pada’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+tempat).
Misalnya :

  • Tulisi, artinya ‘lakukan tulis pada’.
  • Semburi, artinya ‘lakukan sembur pada’.


6. Verba Berprefiks per-
Verba berprefiks per- adalah verba yang bisa menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif. Verba inflektif dapat digunakan dalam:
a. Kalimat imperatif. Misalnya :

  • Persingkat bicaramu!
  • Perpanjang dulu KTP-mu ini!

b. Kalimat pasif yang berpola: (aspek) + pelaku + verba. Misalnya :

  • Penjagaan akan kami perketat nanti malam.
  • Syarat-syaratnya harus kita perlunak untuk mereka.

c. Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + aspek + pelaku + verba. Misalnya :

  • Saluran yang telah kami perdalam kini telah dangkal lagi.
  • Gubernur akan meninjau bangunan yang baru kita perluas.

Verba berprefiks per- memiliki makna gramatikal :
a. Verba berprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘jadikan lebih’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+keadaan) atau (+situasi).
Misalnya :

  • Perlebar, artinya ‘jadikan lebih lebar’.
  • Perlambat, artinya ‘jadikan lebih lambat’.

b. Verba beprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘anggap sebagai’ atau ‘jadikan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ sifat khas).
Misalnya :

  • Perbudak, artinya ‘anggap sebagai budak’.
  • Peristri, artinya ‘anggap sebagai istri’.

c. Verba berprefiks per- memiliki makna gramatikal ‘bagi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ jumlah) atau (+ bilangan).
Misalnya :

  • Perdua, artinya ‘bagi dua’.
  • Perlima, artinya ‘bagi lima’.


7. Verba Berkonfiks per-kan
Verba berkonfiks per-kan adalah verba yang bisa menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif (berprefiks me-, di- atau ter-). Verba berkonfiks per-kan digunakan dalam:
a. Kalimat imperatif. Misalnya :

  • Persiapkan dulu bahan-bahannya!
  • Jangan perdebatkan lagi masalah itu!

b. Kalimat pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + pelaku + verba. Misalnya :

  • Anak itu akan kita pertemukan dengan orang tuanya. 
  • Masalahmu itu akan kami pertanyakan lagi.

c. Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku. Misalnya :

  • Tarian yang sudah mereka pertunjukkan akan diulang lagi. 
  • Film yang mereka hendak persembahkan perlu disensor dulu.

Verba berprefiks per-kan memiliki makna gramatikal :
a. Verba berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan bahan per-an’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ kegiatan).
Misalnya :

  • Perdebatkan, artinya ‘jadikan bahan perdebatan’.
  • Pertanyaan, artinya ‘jadikan bahan pertanyaan’.

b. Verba berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘lakukan supaya (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ keadaan).
Misalnya :

  • Persamakan, artinya ‘lakukan supaya sama’.
  • Pertegaskan, artinya ‘lakukan supaya tegas’.

c. Verba berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan me-’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ tindakan).
Misalnya :

  • Perdengarkan, artinya ‘jadikan (orang lain) pendengar.
  • Perlihatkan, artinya ‘jadikan (orang lain) melihat’.

d. Verba berkonfiks per-kan memiliki makna gramatikal ‘jadikan ber-’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ kejadian).
Misalnya :

  • Perhubungan, artinya ‘jadikan perhubungan’.
  • Pertemukan, artinya ‘jadikan bertemu’.


8. Verba Berkonfiks per-i
Verba berkonfiks per-i adalah verba yang dapat menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif (berfprefiks me-inflektif, di-inflektif atau ter-inflektif). Verba berkonfiks per-i digunakan dalam:
a. Kalimat imperatif. Misalnya :

  • Perbaiki dulu sepeda ini!
  • Jangan permalui dia di depan orang banyak!

b. Kalimat pasif yang predikatnya berpola: (aspek) + pelaku + verba. Misalnya :

  • Mobil itu  baru kita perbaiki.
  • Merekan akan kami perlengkapi dengan alat pertanian. 

c. Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + (aspek) + pelaku + verba. Misalnya :

  • Rumah yang baru kami perbaiki terkena gempa 
  • Kasihan sekali anak-anak yang mereka perdayai itu.

Verba berprefiks per-kan memiliki makna gramatikal :
a. Verba berkonfiks per-i memiliki makna gramatikal ‘lakukan supaya jadi’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+ keadaan).
Misalnya :

  • Perlengkapi, artinya ‘lakukan supaya jadi lengkap’.
  • Perbarui artinya ‘lakukan supaya jadi baru’.

a. Verba berkonfiks per-i memiliki makna gramatikal ‘lakukan (dasar) pada objeknya’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+lokasi).
Misalnya :

  • Persetujui, aritnya ‘lakukan setuju pada objeknya’. 
  • Persepakatan, artinya ‘lakukan sepakat pada objeknya’.


9. Verba Berprefiks me-
Prefiks me- seperti sudah dibicarakan pada subbab 4.2.1 dapat membentuk me-, mem-, men-, meny-, meng-, dan menge-.

  • Bentuk atau alomorf me- digunakan apabila bentuk dasarnya dimulai dengan fonem [r, l, w, y, m, n, nya, dan ng]. Contoh : merawat, merokok
  • Bentuk atau alomorf mem- digunakan apabila bentukdasarnya dimulai dengan fonem [b, p, f, dan v]. Contoh : membaca, memotong
  • Bentuk men- digunakan apabila bentuk dasarnya dimulai dengan fonem [d dan t]. Contoh : mendidik, menulis
  • Bentuk meny- digunakan apabila fonem awal bentuk dasarnya adalah fonem [c, j, dan s]. Contoh : menyapu, menyikat
  • Bentuk meng- digunakan apabila bentuk dasarnya mulai dengan fonem [k, g, h, kh, a, z, u, e, dan o]. Contoh : menghibur, menggoda
  • Bentuk menge- digunakan apabila bentuk dasarnya terdiri dari sebuah suku kata. Contoh : mengebom, mengecat

Macam Prefiks me-
1) Verba berprefiks me- inflektif
Bentuk dasar atau pangkal verba berprefiks me- inflektif memiliki komponen makna ( + tindakan ) dan ( + sasaran ). Jadi, bentuk dasar atau pangkal dalam pembentukan verba inflektif, disamping berbentuk morfem, dasar atau akar juga termasuk verba bersufiks –kan, bersufiks –i, berprefiks per-, berkonfiks per-kan, dan berkonfiks per-i.
Contoh:

  • Melupakan
  • Merestui

Verba berprefiks me- inflektif memiliki makna gramatikal:
a. Verba berprefiks me- inflektif memiliki makna gramatikal ‘melakukan (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+sasaran).
Misalnya :

  • Membeli, artinya ‘melakukan beli’
  • Membaca, artinya ‘melakukan baca’

b. Verba berprefiks me- inlektif memiliki makna gramatikal ‘melakukan kerja dengan alat’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+alat).
Misalnya :

  • Mengikir, artinya ‘melakukan kerja dengan alat kikir’
  • Memahat, artinya ‘melakukan kerja dengan alat pahat’

c. Verba berprefiks me- intlektif memiliki makna gramatikal ‘melakukan kerja dengan bahan’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+bahan).
Misalnya :

  • Mengapur, artinya ‘melakukan kerja dengan bahan kapur’
  • Mengecat, artinya ‘mealakukan kerja dengan bahan cat’

d. Verba berprefiks me- inflektif memiliki makna gramatikal ‘membuat (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+benda hasil).
Misalnya :

  • Menyambal, artinya ‘membuat sambal’
  • Menumis, artinya ‘membuat tumis’

2. Verba berprefiks me- derifatif
Verba berprefiks me- derifatif memiliki makna gramatikal:
a. Verba berprefiks me- derivatif memiliki makna gramatikal ‘makan, minum, mengisap’
Apabila bentuk dasarnya memiliki makna (+makanan) atau (+isapan).
Misalnya :

  • Merokok, artinya ‘mengisap rokok’
  • Menyoto, artinya ‘memakan soto’

b. Verba berprefiks me- derifatif memiliki makna gramatikal ‘mengeluarkan (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+bunyi) atau (+suara).
Misalnya :

  • Mengeong, artinya ‘mengeluarkan bunyi ngeong’
  • Mengaung, artinya ‘mengeluarkan bunyi ngaung’

c. Verba berprefiks me- derifatif memiliki makna gramatikal ‘menjadi (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+keadaan warna, bentuk, situasi).
Misalnya :

  • Menguning, artinya ‘menjadi kuning’. 
  • Meninggi, artinya ‘menjadi tinggi’

d. Verba berprefiks me- derifatif memiliki makna gramatikal ‘menjadi seperti’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+sifat khas).
Misalnya :

  • Membatu, artinya ‘menjadi seperti batu’
  • Membaja, artinya ‘seperti baja’

e. Verba berprefiks me- deviratif memiliki makna gramatikal ‘menuju’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+arah).
Misalnya:

  • Menepi, artinya ‘menuju tepi’
  • Mengutara, artinya ‘menuju utara’

f. Verba berprefiks me- derifatif memiliki makna gramatikal ‘memperingati’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+bilangan), (+hari), atau (+ bulan).
Misalnya :

  • Meniga hari, artinya ‘memperingati hari ke tiga (kematian).
  • Menujuh bulan, artinya ‘memperingati bulan ke tujuh (kehamilan)’


10. Verba berprefiks di-
Ada dua macam verba berprefiks di- :
a. Verba berprefiks di- inflektif adalah verba pasif. Maka gramatikalnya adalah kebalikan dari bentuk aktif verba berprefiks me- inflektif.
b. Verba berprefiks di- derivative. Sejauh data yang diperoleh hanya ada kata dimasud, yang lain tidak ada.

11. Verba berprefiks Ter-
Ada dua macam verba berprefik ter- yaitu:
1) Verba berprefiks ter- inflektif
Adalah verba pasif keadaan dari verba berprefiks me- inflektif makna gramatikal verba berprefiks ter- inflektif, selain sebagai kebalikan pasif keadaan dari verba berprefiks me- infektif, juga memiliki makna gramatikal :
Verba berprefiks ter- inflektif memiliki makna gramatikal ‘dapat / sanggup’
a. Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+sasaran).
Misalnya :

  • Terangkat, artinya ‘dapat diangkat’
  • Terbaca, artinya ‘dapat dibaca’

b. Verba berprefiks ter- inflektif memiliki makna gramatikal ‘tidak sengaja’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran).
Misalnya :

  • Terangkat, artinya ‘tidak sengaja terangkat’
  • Terbawa, artinya ‘tidak senagaja terbawa’

2) Verba berprefiks ter- derivaktif.
Verba berprefiks ter- derifatif memilki makna gramatikal:
a. Verba berprefiks ter- derifatif memiliki makna gramatikal ‘paling’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+keadaan).
Misalnya:

  • Terbaik, artinya ‘paling baik’
  • Terjauh, artinya ‘paling jauh’

b. Verba berprefiks ter- derifatif memiliki makna gramatikal ‘dalam keadaan’
Apabila bentuk dasarnya memilki komponen makna (+keadaan) dan (+kejadian).
Misalnya :

  • Tergeletak, artinya ‘dalam keadaan geletak’.
  • Terdampar, artinya ‘dalam keadaan dampar’

3) Verba berprefiks ter- derifatif memiliki makna gramatikal ‘terjadi dengan tiba-tiba’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+kejadian).
Misalnya:

  • Teringat, artinya ‘tiba-tiba ingat’
  • Terjerembab, artinya ‘tiba-tiba jerembab’.


12. Verba Berprefiks ke-
Verba berprefiks ke- digunakan dalam bahasa ragam tidak baku. Fungsi dan makna gramatikalnya sepadan dengan verba berprefiks ter-.
Contohnya :

  • ‘Kebaca’ sepadan dengan ‘terbaca’
  • ‘Ketipu’ sepadan dengan ‘tertipu’


13. Verba berkonfiks ke-an 
Perlu diketahui terlebih dahulu ada dua macam konfiks ke-an, yaitu konfiks ke-an yang membentuk verba dan konfiks ke-an yang membentuk nomina. Verba konfiks ke-an termasuk verba pasif, yang tidak dapat dikembalikan kedalam verba aktif, seperti verba pasif ter-.
Makna gramatikal yang dimilikinya adalah:
a. Verba berkonfiks ke-an memiliki makna gramatikal ‘terkena, menderita, mengalami (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+peristiwa alam) atau (+hal yang tidak enak).
Misalnya :

  • Kebanjiran, artinya ‘terkena banjir’
  • Kecopetan, artinya ‘terkena copet’.

b. Verba berkonfiks ke-an memiliki makna gramatikal ‘agak (dasar)’
Apabila bentuk dasarnya memiliki komponen makna (+warna).
Misalnya :

  • Kehijauan, artinya ‘agak hijau’
  • Kebiruan, artinya ‘agak biru’



Referensi :

Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar