Minggu, 13 Januari 2019

MORFOFONEMIK

Alifiyah Mila Rizka (176020)


Morfofonemik adalah kajian mengenai terjadinya perubahan bunyi atau perubahan fonem akibat dari proses morfologi, baik proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Berikut beberapa jenis perubahan fonem dan bentuk morfofonemik pada proses morfologi.

1. Jenis perubahan
a. Pemunculan fonem
Munculnya fonem (bunyi) dalam proses morfologi yang mulanya tidak ada.
Contohnya:
- Belai + an
- Pakai + an
Seperti ada huruf (y) di antara huruf (i) dan (a).

b. Pelesapan fonem
Hilangnya fonem pada proses morfologi.
Contohnya:
- Ber + risiko = berisiko
Pengimbuhan prefiks ber- pada dasar risiko, maka bunyi (r) pada prefiks ber- di lesatkan.

c. Peluluhan fonem
Luluhnya sebuah fonem serta disenyawakan dengan fonem lain dalam suatu proses morfologi.
Contohnya:
- Me + siram = menyiram
Pengimbuhan prefiks me- pada dasar siram, maka fonem /s/ pada siram itu diluluhkan atau disenyawakan dengan fonem nasal /ny/ yang ada pada prefiks itu.

d. Perubahan fonem
Berubahnya sebuah fonem atau sebuah bunyi, akibat terjadi proses morfologi.
Contohnya:
- Ber + ajar = belajar
Pengimbuhan prefiks ber- pada dasar ajar, terjadi perubahan bunyi, dimana fonem /r/ berubah menjadi fonem /l/.

e. Pergeseran fonem
Berubahnya posisi sebuah fonem dari satu suku kata kedalam suku kata lainnya.
Contohnya:
- Ma.kan + an = ma.ka.nan
Pengimbuhan sufiks -an pada dasar makan, fonem /n/ yang semula berada pada suku kata kan berpindah menjadi berada pada suku kata nan. (Chaer,Abdul. 2015:45).

2. Morfofonemik dalam pembentukan kata bahasa Indonesia
1) Prefiksasi ber-
a. Pelepasan fonem /r/.
Terjadi apabila bentuk dasar yang diimbuhi mulai dengan fonem /r/, atau suku pertama bentuk dasarnya berbunyi (er).
Contohnya :
- Ber + rantai = berantai
- Ber + racun = beracun

b. Perubahan fonem /r/
Pada prefiks ber- menjadi fonem /l/ terjadi bila bentuk dasarnya akar ajar.
Contohnya :
- Ber + ajar = belajar

c. Pengekalan fonem /r/
Pada prefiks ber- tetap /r/ terjadi apabila bentuk dasarnya bukan yang ada pada a dan b di atas.
Contohnya :
- Ber + jalan = berjalan
- Ber + dasi = berdasi

2) Prefiksasi me- (termasuk klofiks me-kan dan me-i)
a. Pengekalan fonem
        Artinya di sini tidak ada fonem yang berubah, tidak ada yang dilesapkan dan tidak ada yang ditambahkan. Terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /r, l, w, y, m, n, ng, dan ny/.
Contohnya :
- Me + lihat = melihat
- Me + rawat = merawat

b. Penambahan fonem
Penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/.
Penambahan fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /b/ dan /if/.
Contohnya :
- Me + bungkus = membungkus
- Me + baca = membaca

Penambahan fonem nasal /n/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /d/.
Contohnya :
- Me + dengar = mendengar
- Me + darat = mendarat

Penambahan fonem nasal /ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /g, h, kh, a, l, u, e, dan o/.
Contohnya :
- Me + hibur = menghibur
- Me + goda = manggoda

Penambahan fonem nasal /nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya hanya terdiri dari suku kata.
Contohnya :
- Me + bom = mengebom
- Me + cat = mengecat

c. Peluluhan fonem
     Terjadi pabila prefiks me- diimbuhkan pada bentuk dasar yang dimulai dengan konsonan bersuara /s, k, p, dan t/. Dalam hal ini  konsonan /s/ diluluhkan  dengan nasal /ng/, konsonan /p/ diluluhkan dengan nasal /m/, dan konsonan /t/ diluuhkan dengan nasal /n/.
Contohnya :
- Me + sikat = menyikat

3) Prefiksasi pe- dan konfiksasi pe-an

a. Pengekalan fonem
Tidak ada perubahan fonem, dapat terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /r, l, y, m, n, dan ny/.
Contohnya :
- Pe + latih = pelatih
- Pe-an + makam = pemakaman

b. Penambahan fonem
  Penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/ antara prefiks dan bentuk dasar. Penambahan fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali oleh konsonan /b/.
Contohnya :
- Pe + baca = pembaca
- Pe-an + buka = pembukaan

Penambahan fonem nasal /n/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali oleh konsonan /d/.
- Pe + dengar = pendengar
- Pe-an + didik = pendidikan

Penambahan fonem nasal /ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /g, h, kh, a, l, u, e, dan o/.
- Pe + gambar = penggambar
- Pe + goda = ppenggoa

Penambahan fonem nasal /nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya berupa bentuk dasar satu suku.
- Pe + cat = pengecat
- Pe-an + bom = pengeboman

c. Peluluhan fonem
Apabila fonem prefiks pe- (atau pe-an) diimbuhkan pada bentuk dasar yang diawali dengan konsonan tak bersuara /s, k, p, dan t/. Dalam hal ini konsonan /s/ diluluhkan dengan nasal /ny/, konsonan /k/ diluluhkan dengan nasal /ng/, konsonan /p/ diluluhkandengn nasal /m/, dan konsonan /t/ diluluhkan dengan nasal /n/.
Contohnya :
- Pe + bajak = pembajak
- Pe + suntik = penyuntik

4) Prefiksasi per- dan konfiksasi pe-an
a. Pelepasan fonem /r/
Terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan fonem /r/, atau suku pertamanya /er/.
Contohnya :
- Per + kerja = pekerja
- Per + ternak = peternak

b. Perubahan fonem /r/ menjadi /l/ 
terjadi apabila bentuk dasarnya berupa kata ajar.
Contohnya :
- Per + ajar = pelajar

c. Pengekalan fonem /r/ 
Terjadi apabila bentuk dasarnya bukan yang disebutkan pada a dan b di atas.
Contohnya :
- Per + kecil = perkecil
- Per + besar = perbesar

5) Sufiksasi -an
a. Pemunculan fonem
Pemunculan fonem /w/ dapat terjadi apabila sufiks –an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhir  dengan vokal /u/.
Contohnya :
- Temu + an = temuan
- Sapu + an = sapuan
 
Pemunculan fonem /y/ dapat terjad apabila sufiks an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhir dengan vokal /i/.
Contohnya :
- Bunyi + an = bunyian
- Tari + an = tarian
 
Pemunculan fonem glotal /?/ dapat terjadi apabila sufiks an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang akhir dengan vokal /a/.
Contohnya :
- Bina + an = binaan
- Tua + an = tuaan

b. Penggeseran fonem
Terjadi apabila sufiks an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhir dengan sebuah konsonan. Dalam pergeeseran ini, konsonan tersebut bergeser membentuk suku kata baru dengan sufiks an tersebut.
- Kenang + an = ke.na.ngan
- Pukul + an = pu.ku.lan (Chaer,Abdul. 2015: 55)

6) Prefiksai ter- 
a. Pelepasan fonem
Terjadi apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang dimulai dengan konsonan /r/.
Contohnya :
- Ter + raba = teraba
- Ter + rasa = terasa

b. Perubahan fonem /r/ pada prefiks ter- menjadi fonem /l/ 
Terjadi apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar anjur.
Contohnya :
- Ter + anjur = telanjur

c. Pengekalan fonem /r/ pada prefiks ter- tetap memjadi /r/ 
Terjadi apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang bukan disebutkan pada a dan b diatas.
Contohnya :
- Ter + baik = terbaik
- Ter + buruk = terburuk (Chaer, Abdul.2015:55)




Referensi :
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar