Alifiyah Mila Rizka (176020)
Secara umum, linguistik merupakan ilmu yang mempelajari tentang kebahasaan. Bahasa yang sering kita dengarkan sehari-hari itu akan kita dengarkan secara berulang-ulang. Sehingga biarpun bahasa itu tidak kita kenal dan tidak kita ketahui artinya, kita akan dapat menangkap maksud karena kebiasaan mendengarkan bahasa tersebut. Apabila bahasa yang kita dengar telah kita kuasai, dengan segera kita dapat menebak ucapan yang berulang itu (Muslich, 2008).
Misalnya pada acara televisi seperti berikut ini.
“Menteri Pertanian Amran Sulaiman resmi melepas 500 truk bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di kawasan Sulawesi Tengah pada hari Kamis empat Oktober silam. Nilai bantuan dari Kementrian tersebut sekitar Rp. 25 miliar. Dana digalang oleh Kementrian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Usaha Milik Negara, serta kalangan swasta. Bantuan yang dikirim untuk para korban di Palu dan Donggala berupa bahan pangan pokok, sandang, dan lain sebagainya.”
Dari kutipan di atas, terdengar ucapan yang berulaang yaitu ucapan bantuan, korban, untuk, dan pertanian. Di samping itu, terdengar juga ucapan yang mirip perulangan, yaitu Menteri dan Kementrian.
Pada ucapan yang sama dan mirip itu terdapat juga kesamaan atau kemiripan artinya, seperti pada kata korban dan para korban, artinya sama yaitu korban bencana gempa dan tsunami. Lain halnya dengan ucapan yang mirip. Meskipun tidak memiliki kesamaan arti, ucapan itu masih mempunyai hubungan konsep seperti pada ucapan menteri dan kementrian.
Apabila kita mendengarkan ucapan-ucapan dalam situasi lain, ucapan-ucapan yang tidak berulang pada kutipan di atas akan berulang pada situasi lain. Oleh karena itu, baik ucapan yang ada pada kutipan di atas atau ucapan yang kita dapati pada situasi lain, pasti berulang yang juga diikuti oleh perulangan arti, baik persis maupun mirip. Satuan-satuan ucapan yang diikuti dengan arti sebagaimana dicontohkan di atas, disebut dengan bentuk linguistik.
Perhatikan kalimat berikut!
- Kemarin Wahyu membelikan Tama buku.
- Rata-rata tebu yang berusia lima bulan memiliki tujuh buku.
Satuan ucapan buku pada kalimat (1) dan buku pada kalimat (2) sama, yaitu deretan fonem [b], [u], [k], dan [u]. Akan tetapi, dalam pasangan kata ini tidak mempunyai hubungan arti sama sekali dengan pasangannya. Oleh karena itu, satuan-satuan ucapan itu merupakan bentuk linguistik yang berbeda. Jadi dalam pasangan itu sebenarnya ada dua bentuk linguistik.
Pada ilmu linguistik, terdapat empat cabang ilmu lain, yang diantaranya:
Fonologi, adalah cabang linguistik yang membicarakan tentang bunyi bahasa.
Morfologi, adalah cabang linguistik yang membicarakan tentang satuan kata.
Sintaksis, adalah cabang linguistik yang membicarakan tentang unsur-unsur kalimat.
Semantik, adalah cabang linguistik yang membicarakan tentang makna atau arti.
Referensi :
Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar