A. Jenis Morfem
Berdasarkan kebebasannya
Morfem bebas, adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam satu kalimat pertuturan tanpa adanya morfem lain.
Contohnya:
- Makan
- Minum
Morfem terikat, adalah morfem yang dalam penggunaannya tidak dapat berdiri sendiri dikarenakan terikat dengan morfem lain.
Contohnya:
- Henti
- Juang
Berdasarkan keutuhan bentuknya
Morfem utuh, secara fisik merupakan satu kesatuan yang utuh. Semua morfem dasar, baik bebas, terikat, serta prefiks, infiks, sufiks termasuk morfem utuh.
Contohnya:
- Duduk
- Ber-
Morfem terbagi, adalah morfem yang fisiknya terbagi atau disisipi morfem lain.
Contohnya:
- Ke-an
- Pe-an
Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar kata
Morfem dasar, adalah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi.
Contohnya:
- Makan
- Merah
Morfem afiks, adalah morfem yang tidak dapat menjadi dasar, melainkan hanya sebagai pembentuk.
Contohnya:
- Me-
- –kan
Berdasarkan jenis fonem
Morfem segmental, adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental, yakni morfem yang berupa bunyi dan dapat disegmentasikan.
Contohnya:
- Lihat
- –lah
Morfem suprasegmental, adalah morfem yang terbentuk dari nada, tekanan, durasi, dan intonasi. Dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan morfem suprasegmental.
Berdasarkan ciri semantik
Morfem bermakna leksikal, sebuah morfem disebut makna leksikal karena di dalam dirinya secara inheren telah memiliki makna.
Contohnya:
- Makan
- Tidur
Morfem tak bermakna leksikal, sebuah morfem yang tidak terdapat makna di dalam dirinya, bisa juga disebut afiks.
Contohnya:
- Ber-
- Ter-
Morfem Dasar, Bentuk Dasar, Pangkal, Akar, dan Leksem
1. Morfem Dasar
Morfem dasar biasanya digunakan sebagai dikotomi dengan morfem afiks. Morfem dasar ini ada yang termasuk morfem bebas dan ada pula yang termasuk morfem terikat.
Contohnya:
- Lari
- Berlari
2. Bentuk Dasar
Bentuk dasar biasanya digunakan untuk menyebut sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Bentuk dasar ini dapat berupa morfem tunggal, tetapi dapat juga berupa gabungan morfem.
Contohnya:
- Perumahan (bentuk dasarnya adalah rumah)
- Berlarian (bentuk dasarnya adalah lari)
3. Pangkal
Pangkal digunakan untuk menyebut bentuk dasar dalam proses pembentukan kata inflektif, atau pembukuan afiks inflekstif.
Contohnya:
- Mendaratkan (pangkalnya adalah daratkan)
- Menangisi (pangkalnya adalah tangisi)
4. Akar
Akar adalah bentuk yang tersisa setelah semua afiksnya ditinggalkan.
Contohnya:
- Memberlakukan (akarnya adalah laku)
- Keberterimaan (akarnya adalah terima)
5. Leksem
Leksem digunakan untuk mewadahi konsep bentuk yang akan menjadi kata melalui proses morfologi. Dalam konfensi morfologi, leksem ditulis dengan huruf kapital semua.
Contohnya:
- PUKUL (menjadi pukul, dipukul, memukul, pemukul, pukulan)
- BACA (menjadi baca, membaca, pembaca, dibaca, bacaan)
Morfem Afiks
Morfem afiks adalah morfem yang tidak dapat menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsur pembentuk dalam proses afiksasi.
Macam-macam morfem afiks:
Prefiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri bentuk dasar (me-, ber-, ter-).
Infiks yaitu afiks yang dibubuhkan di tengah kata, biasanya pada suku awal kata (-el-, -er-, -em-).
Sufiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kanan bentuk dasar (-kan, -i, -an).
Konfiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri dan di kanan bentuk dasar secara bersamaan karena konfiks ini merupakan satu kesatuan afiks (ke-an, pe-an, ber-an, per-an, se-nya).
Klofiks yaitu kata yang dibubuhi afiks pada kiri dan kanannya, tetapi pembubuhannya itu tidak sekaligus, melainkan bertahap (me-kan, me-i, memper).
Silmufiks yaitu afiks nasal yang direalisasikan dengan nasal m-, n-, ny-,ng-, dan nge-. (ngecat, ngopi, nulis).
Referensi :
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Mulyono, Iyo. 2013. Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi. Bnadung: Yrama Widya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar