Minggu, 13 Januari 2019

AFIKSASI PEMBENTUKAN NOMINA

Alifiyah Mila Rizka (176020)


Sebuah kata dasar atau bentuk dasar memerlukan adanya imbuhan agar sebuah kata dapat digunakan di dalam pertuturan. Sebuah imbuhan dapat mengubah makna, jenis, dan fungsi kata dasar.

Pada penggunaan imbuhan dengan fungsi imbuhan adalah membentuk kata benda dan makna gramatikal adalah sebagai berikut :
1. Awalan pe-
Fungsi imbuhan pe- adalah membentuk kata benda dan makna gramatikal awalan pe- adalah sebagai berikut :
a. Orang yang me-. Contoh :

  • {pe-} + {tulis} => {penulis} mempunyai makna “orang yang menulis”

b. Orang yang pekerjaannya. Contoh :

  • {pe} + {lukis} => {pelukis} mempunyai makna “orang yang pekerjaannya melukis”

c. Orang yang bersifat. Contoh :

  • {pe} + {malas} => {pemalas} mempunyai makna “orang yang malas”

d. Orang yang suka, gemar atau seringkali melakukan. Contoh :

  • {pe} + {bohong} => {pembohong} mempunyai makna “orang yang suka berbohong”

e. Alat. Contoh :

  • {pe} + {hapus} => {penghapus} mempunyai makna “alat untuk menghapus”.


2. Awalan per-
Awalan per- mempunyai 3 variasi bentuk yaitu per-, pe-, dan pel-. Fugsi awalan per- yang membentuk kata benda adalah sebagai berikut :

  • {per} + {kerja} => {pekerja}, mempunyai makna “orang yang bekerja”
  • {per} + {suruh} => {pesuruh} mempunyai makna “orang yang disuruh”


3. Awalan ter-
Awalan ter- membunyai fungsi untuk membentuk kata kerja pasif dan kata benda. Berikut adalah beberapa kata yang membentuk fungsi kata benda :

  • {ter} + {tuduh} => {tertuduh} mempunyai makna gramatikal “orang yang dituduh”
  • {ter} + {gugat} => {tergugat} mempunyai makna gramatikal “orang yang digugat”


4. Imbuhan pe-an
Fungsi imbuhan pe-an adalah membentuk kata benda. Makna gramatikal yang didapatkan dari pengimbuhannya adalah sebagai berikut :
a. Menyatakan makna “hal atau peristiwa”
Contoh :

  • {pe} + {bunuh} + {an}=> {pembunuhan}
  • {pe} + {bina} + {an} => {pembinaan}

b. Menyatakan makna “proses”
Contoh :

  • {pe} + {olah} + {an} => {pengolahan}
  • {pe} + {bayar} + {an} => {pembayaran}

c. Menyatakan makna “hasil”
Contoh :

  • {pe} + {teliti} + {an} => {penelitian}
  • {pe} + {periksa} + {an} => {pemeriksaan}

d. Menyatakan makna “tempat”
Contoh :

  • {pe} + {makam} + {an} => {pemakaman}
  • {pe} + {gadai} + {an} => {pegadaian}

e. Menyatakan makna “alat”
Contoh :

  • {pe} + {lihat} + {an} => {penglihatan}
  • {pe} + {goreng} + {an} => {penggorengan}


5. Akhiran –nya
Akhiran (sufiks) –nya tidak mempunyai variasi bentuk. Akan tetapi, perlu diperhatikan adanya dua macam –nya yaitu sebagai kata ganti yang berfungsi sebagai akhiran dan berfungsi sebagai kata ganti orang ketiga. Sebagai akhiran, -nya berfungsi sebagai :

  • Pembentuk kata benda : {tenggelamnya}, {bekerjanya}, {larinya}
  • Pembentuk kata keterangan : {agaknya}, {rupanya}, {sebenarnya}
  • Pemberi penekanan : {uangnya}, {obatnya}



Referensi :
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar