Fungsi morfem adalah kemampuan morfem untuk membentuk kelas-kelas kata tertentu. Dalam bahasa Indonesia, ada morfem-morfem yang dapat membentuk kelas kata baru (Muslich, 2008: 94-97).
Hal tersebut dapat terjadi karena adanya beberapa proses seperti di bawah ini:
1. Fungsi Morfem Imbuhan (Afiks)
Menurut Chaer (2015: 23) morfem afiks adalah morfem yang tidak dapat menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsur pembentuk dalam proses afiksasi. Dalam hal ini fungsi afiks atau imbuhan dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata benda
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata benda ialah {peN-}, {per-}, {pe-}, {-an}, {-wan}, {ke-an}, {peN-an}, {per-an}, {-el-} .
Contoh :
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
peN-
Tulis (Kerja)
Penulis (Benda)
per-
Tapa (Kerja)
Pertapa (Benda)
-an
Makan (Kerja)
Makanan (Benda)
wan-
Olahraga (Kerja)
Olahragawan (Benda)
per-an
Atur (Kerja)
Peraturan (Benda)
peN-an
Beri (Kerja)
Pemberian (Benda)
ke-an
Abadi (Sifat)
Keabadian (Benda)
b. Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata kerja
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata kerja ialah {meN-}, {ber-}, {di-}, {ter-}, {meN-kan}, {meN-i}, {di-kan}, {di-i}. {ter-kan}.
Contoh:
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
ber-
Layar (Benda)
Berlayar (Kerja)
meN-
Putih (Sifat)
Memutih (Kerja)
ter-
Gunting (Benda)
Tergunting (Kerja)
ter-i
Ludah (Benda)
Terludahi (Kerja)
di-kan
Besar (Sifat)
Dibesarkan (Kerja)
di-
Gunting (Benda)
Digunting (Kerja)
meN-kan
Tinggi (Sifat)
Meninggikan (Kerja)
c. Morfem imbuhan sebagai pembentuk kata sifat
Adapun morfem imbuhan pembentuk kata sifat ialah {meN-}, {ber-}, {ter-}, {peN-}, {ke-an}, {-em-}.
Contoh:
Morfem Imbuhan
Kata Dasar + Kelas Kata
Hasil Bentukan + Kelas Kata
ber-
Satu (Benda)
Bersatu (Sifat)
meN-
Kantuk (Benda)
Mengantuk (Sifat)
-em-
Getar (Benda)
Gemetar (Sifat)
ter-
Ikat (Kerja)
Terikat (Sifat)
peN-
Malu (Sifat)
Pemalu (Sifat)
ke-an
Girang (Sifat)
Kegirangan (Sifat)
2. Fungsi Morfem Ulang (Reduplikasi)
Reduplikasi atau pengulangan adalah bentuk satuan kebahasaan merupakan gejala yang terdapat dalam banyak bahasa di dunia ini. Reduplikasi morfologi dapat terjadi pada bentuk dasar yang berupa akar, berupa bentuk berafiks dan berupa bentuk komposisi. Prosesnya dapat berupa pengulangan utuh, pengulangan berubah bunyi, dan pengulangan sebagian (Chaer, 2015: 178-181).
Fungsi morfem ulang dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Morfem ulang sebagai pembentuk kata benda
Contohnya:
Tulis Tulis-menulis
(Kt. Kerja) (Kt. Benda)
Potret Potret-memotret
(Kt. Kerja) (Kt. Benda)
b. Morfem ulang sebagai pembentuk kata tugas
Contoh:
Cepat Cepat-cepat ‘dengan segera sekali’
(Kt. Sifat) (Kt. Kerja)
“Melihat ibu pulang, Ani cepat-cepat membereskan mainannya”
Contoh:
Jauh Jauh-jauh ‘jangan mendekat’
(Kt. Sifat) (Kt. Kerja)
3. Fungsi Morfem Konstruksi Majemuk (Komposisi)
Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk imbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Misalnya dalam bahasa Indonesia kita sudah memiliki kosa kata ‘merah’ yaitu salah satu jenis warna. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak hanya menemukan satu warna merah. Ada warna merah seperti darah, ada warna merah seperti buah jambu air, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, terdapat komposisi atau pemajemukan untuk membedakan setiap maknanya, misalnya, merah jambu, merah darah, merah delima, dan lain-lain (Chaer, 2015: 209).
Contoh:
- Darah (N) + Daging (N) = Darah daging (Kt. Benda)
- Suami (N) + Istri (N) = Suami istri (Kt. Benda)
- Anak (N) + Cucu (N) = Anak cucu (Kt. Benda)
Jika dilihat dari segi makna, komposisi memiliki arti tersendiri dari gabungan dua kata dasar yang berbeda tersebut. Makna dilihat secara gramatikal, bukan lagi leksikal.
Referensi:
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar