A. Pengertian
Morfologi berasal dari bahasa inggris Morphology, adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal. Tambahan “secara gramatikal” dalam devinisi ini mutlak, karena setiap kata juga dapat dibagi dari segmen terkecil yang disebut fonem, namun setiap fonem-fonem tidak harus berupa morfem. Morfem adalah bagian gramatikal terkecil yang memiliki makna.
B. Ciri Suatu Kata yang Mengalami Proses Morfologis
Proses morfologis adalah proses penggabungan morfem satu dengan morfem yang lain menjadi kata. Ciri suatu kata mengalami proses morfologis adalah penggabungan atau perpaduan morfem-morfem itu mengalami perubahan arti,
Misalnya :
Bentuk dasar juang setelah digabungi morfem (ber-), menjadi kata berjuang, artinya menjadi melakukan tindakan juang. (Muslich, 2010:33).
Dilihat dari wujudnya, bentuk dasar dapat berupa pokok kata dan kelompok kata.
Pokok kata misalnya, temu dari kata menemukan
Kelompok kata misalnya, tidak dan mampu dari kata ketidakmampuan
C. Macam-macam Proses Morfologis
Dalam bahasa Indonesia terdapat sembilan jenis proses morfologis, yaitu:
1) Derivasi Zero, adalah proses pembentukan kata yang mengubah leksem tunggal menjadi kata tunggal.
Contohnya :
- Nomina : pohon, hujan
- Verba : minum, makan
2) Afiksasi adalah proses morfologis yang mengubah leksem menjadi kata setelah mendapat afiks, yang dalam bahasa Indonesia cukup banyak jumlahnya.
Contohnya :
- Prefiks : me+tulis = menulis
- Sufiks : tulis+an = tulisan
3) Reduplikasi adalah proses morfologis yang mengubah sebuah leksem menjadi kata setelah mengalami proses morfologis reduplikasi, seperti dwipurwa (pengulangan suku awal), dwilingga (pengulangan penuh), dwilingga salin suara (pengulangan penuh yang berubah bunyi), dwiwasana (pengulangan suku akhir).
Contohnya :
- Dwipurwa : tamu = tetamu
- Dwilingga : orang = orang-orang
4) Komposisi adalah proses morfologis yang mengubah gabungan leksem menjadi satu kata, yakni kata majemuk.
Contohnya :
- Kerjasama
- Matahari
5) Abreviasi adalah proses morfologis yang mengubah leksem atau gabungan leksem menjadi kependekan. Pembentukan kata melalui proses abreviasi ini meliputi singkatan, akronim, dan lambang.
Contohnya :
- Singkatan : PBB = Perserikatan Bangsa Bangsa
- Akronim : Gaftar = Gambar daftar
6) Derivasi Balik adalah proses yang dapat menjelaskan mengapa bentuk dipungkiri yang seharusnya dimungkiri.
Contohnya :
- Kata dimungkiri menjadi dipungkiri
7) Metanalisis adalah proses yang dapat menjelaskan bentuk-bentuk dengan pramu ,atau dapat menejelaskan bentuk yang secara historis salah.
Contohnya :
- Pramugari
- Pramusaji
8) Analogi adalah pembentukank kata melalui proses morfologis analogi dilakukan dengan bertolak dari bentuk yang sudah ada dalam bahasa Indonesia.
Contohnya :
- Tata menjadi tatakrama
- Juru menjadi jurumasak
9) Kombinasi Proses, semua bentuk itu dapat berkombinasi sehingga ada bentuk seperti kemurahan hati, ditilang, dan sebagainya. Proses pembentukan kata dapat dialami oleh frasa seperti, ketidakadilan, dan sebagainya.
Refer
Muslich, Masnur. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar